Banjar.WartaPutraBalangan.Com,
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyatakan dukungan penuh atas terselenggaranya Pelatihan Sosialisator Nilai-Nilai 45 yang diinisiasi oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dalam memperkuat karakter dan semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan. Dukungan tersebut disampaikan Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso pada pembukaan pelatihan sosialisator tersebut disalah satu hotel di Kabupaten Banjar, Senin (20/4/2026).
Kegiatan diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari perwakilan Kepala Sekolah dan guru SMA dan SMK dibawah naungan Disdikbud Provinsi Kalsel. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang masif dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.
Adi mengatakan bahwa Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada LVRI atas inisiatif dalam melestarikan nilai-nilai 45. Ia juga mengahrapkan agar materi yang didapat bisa diimplementasikan langsung di sekolah masing-masing.
“Gubernur berharap seluruh materi pelatihan dapat dilanjutkan melalui program pemantapan nilai-nilai 45 bagi para remaja dan pelajar di Kalimantan Selatan,” ujar Adi.
Sementara itu Wakil Ketua Umum II DPP LVRI, Marsdya TNI (Purn) Wresniwiro menyampaikan semangat kemerdekaan Indonesia bukanlah sebuah pemberian percuma, melainkan hasil perjuangan panjang yang harus terus dikobarkan di hati generasi muda. Hal inilah yang melatarbelakangi upaya sosialisasi nilai-nilai kebangsaan kepada para tenaga pendidik di Kalimantan Selatan.
Ia menekankan bahwa peran guru sangat krusial sebagai jembatan sejarah. Guru diharapkan tidak hanya mengajarkan teks sejarah, tetapi juga menularkan jiwa, semangat, dan nilai-nilai (JSN) 45 kepada para murid.
”Kemerdekaan ini kita rebut dan kita pertahankan dengan jiwa, darah, dan air mata. Kita ingin generasi muda mengerti bahwa apa yang mereka nikmati sekarang tidaklah gratis,” ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, para kepala sekolah dan guru diharapkan dapat memetik hikmah dari pengorbanan para pahlawan yang gugur di berbagai penjuru nusantara, mulai dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Adapun Nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan melalui pelatihan ini yakni sikap teladan para pejuang yang mempertaruhkan nyawa demi bangsa, memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui persatuan seluruh elemen rakyat, serta menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia.
”Dengan menggugah jiwa kebangsaan sejak dini, diharapkan generasi penerus tidak hanya menjadi penikmat kemerdekaan, tetapi juga menjadi penjaga kedaulatan bangsa dengan semangat juang yang sama seperti para pendahulu mereka,” pungkasnya. MC Kalsel/Jml
Paanum