Aneka ikan diperoleh warga tapi masih didominasi ikan rawa berupa, gabus, sepat, sepat siam, papuyu, kapar, dan patung.
Sedangkan ikan sungai juga terdapat di lokasi yang sama, seperti puyau, baung, sanggiringan, lais, saluang, bancir dan aneka ikan sungai lainya.
Sudah terkenal
Tabat basar atau Kali Meraup cukup dikenal di wilayah setempat, karena bukan saja sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai lokasi irigasi sederhana pedesaan, sekaligus sebagai berkembang biaknya, ikan sungai dan rawa.
Keunikan lain lagi, dari tabat basar, karena ini hasil karya nenek moyang warga Desa Inan, yang mampu berkarya menciptakan bendungan kecil yang berasal dari sungai setempat yang disebut kali maraup.
Sungai kali maraup yang berhulu ke wilayah Kecamatan Awayan ini, tadinya hanya sungai kecil yang mengalir sebagaimana sungai kecil lainnya.
Tetapi melalui buah karya tetuha masyarakat Inan yang kala itu konon dimotori oleh tujuh orang tetuha kampung membuat sungai sekaligus bendungan sederhana yang berhasil menjadi lokasi irigasi pedesaan yang mampu mengairi ratusan hektare persawahan setempat.
Bukan saja, ribuan ton padi sudah berhasil diproduksi dari hasil pengairan sederhana, tetapi sudah ribuan kuintal ikan dihasilkan dari hasil produksi tabat basar ini dikala tabat ini dikeringkan.