Banjarbaru, WartaPutraBalangan.Com,
Kalangan pecinta lingkungan yang tergabung dalam organisasi Pengurangan Resiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) BPBD Kalimantan Selatan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di Banjarbaru, Kamis.
Focus Group Discussion (FGD) Baseline Study Data dan Informasi diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan GIZ-Jerman melalui program Integrated Solutions for Disaster Risk Management and Adaptive Social Protection (ISASP)
Ketua PRB-API Kalsel, Fakhrudin menyambut gembira kegiatan tersebut dalam kaitan menambah wawasan dan cara memikirkan pengurangan bencana di wilayahnya
Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini bertujuan untuk menggali masukan dari berbagai pemangku kepentingan mengenai kebutuhan, tantangan, dan peluang integrasi data dalam pengelolaan risiko bencana, perlindungan sosial, serta adaptasi perubahan iklim.
Kalimantan Selatan dipilih sebagai salah satu wilayah prioritas mengingat tingginya kerentanan terhadap bencana alam, mulai dari banjir, kebakaran hutan, hingga kekeringan, yang berdampak langsung pada keberlanjutan ekosistem dan masyarakat lokal.
Anggara Setyabawana Putra, Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat PERB, BNPB, dalam sambutannya menyatakan pentingnya membangun sistem data yang kuat dan terintegrasi. Sistem data yang inklusif, adaptif, dan dapat diakses oleh berbagai pihak merupakan kunci dalam mewujudkan perlindungan sosial yang tangguh.
"Melalui FGD ini, kami berharap masukan dari masyarakat sipil, akademisi, hingga lembaga lokal dapat memperkaya upaya bersama dalam menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim,” ujarnya.
Yamadipati, Head Project Operation, Nayaka Foundation menekankan pentingnya data yang inklusif dan partisipatif untuk mendukung pengambilan keputusan.
“Data bukan sekadar angka, melainkan gambaran nyata kerentanan masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan komunitas lokal dalam pemetaan, validasi, hingga pemanfaatan data perlu mendapat perhatian utama,” beber Yama
Partisipasi Nayaka Foundation mempertegas komitmen organisasi dalam mendukung integrasi isu lingkungan, perubahan iklim, dan pengurangan risiko bencana ke dalam kerangka perlindungan sosial adaptif.
Yayasan yang dikenal aktif dalam gerakan konservasi pesisir dan pelestarian mangrove ini juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas masyarakat pesisir serta komunitas kehutanan sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko di wilayah rawan bencana.
FGD BNPB-GIZ ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas dan Instansi terkait, Forum Pengurangan Risiko Bencana - Adaptasi Perubahan Iklim, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil.